Saturday, 17 October 2015

Membuat Asam Sunti


Assalamualaikum wr wb,
Beberapa tahun yang lalu dirumahku ada sebatang pohon belimbing sayur/wuluh. Kalau berbuah lebat sekali dan buahnya besar besar. Kadang buahnya banyak berserakan di bawah pohonnya dan busuk, terbuang percuma. Pernah kubuat manisan, tapi rasanya masih asam walau sudah banyak diberi gula. Kalau untuk masakan, semua masakan yang menggunakan asam pasti kupakai belimbing sayur segar sebagai pengganti asam. Ada juga yang kujemur sampai kering, walau lumayan lama juga buah ini bisa kering, tapi inilah cara untuk membuatnya awet dan tahan lama, tidak membusuk sia sia dan terbuang percuma.
Di daerah Aceh buah belimbing sayur kering ini namanya asam sunti. Aku pernah melihat proses pembuatannya di salah satu televisi swasta negeri ini. Prosesnya hampir sama dengan proses pengeringan yang aku lakukan.
Sayang sekali pohon belimbing ini dengan berat hati akhirnya ditebang untuk perluasan garasi.
Untunglah di rumah ibu masih ada pohon berbuah asam ini. Saat aku main ke sana pohonnya sedang berbuah lebat. Walau ibu sudah membagi buahnya ke orang lain, masih banyak saja buahnya yang bergelantungan di pohon. Buahnya kubawa pulang sebagian dan kubuat asam sunti. Untuk 1 kg buah belimbing sayur segar akan menjadi 100 gr asam sunti.

Bahan:
1. 1 kg belimbing sayur/wuluh segar
2. 30 - 50 gr garam halus
Cara membuat:
1. Potong ujung atas buah belimbing  yang ada bekas tangkainya

2. Cuci semua buah sampai bersih lalu tiriskan
3. Pada wadah yang cukup besar campur dan aduk buah belimbing dengan garam sampai rata

4. Letakkan belimbing bercampur garam tadi diatas tampah bambu lalu jemur sampai kering dengan sekali sekali membalik balik  buahnya, untuk bisa kering butuh waktu 5 - 6 hari


saat akan dijemur
setelah 2 hari penjemuran

setelah 5 hari penjemuran

setelah 6 hari penjemuran








Friday, 16 October 2015

Rendang Jengkol


Assalamualaikum wr wb,
Seminggu yang lalu aku beli jengkol atau jering atau jariang yang masih dengan kulitnya. Tidak banyak hanya setengah kilogram saja. Kata yang jual jengkolnya sudah tua, kupikir cocok untuk dibuat rendang saja. Jengkol dikupas dari kulit luarnya yang keras lalu direbus sampai mendidih cukup lama, matikan api lalu dibilas dan dibuang kulit tipis nya, kemudian direbus lagi. Lakukan perebusan sebanyak 4 kali dan salah satunya dengan abu dapur. Katanya sih untuk mengurangi ataupun menetralkan racun yang terdapat pada jengkol. Setelah 4 kali direbus jengkol dimemarkan dengan cara dipukul pukul sampai agak gepeng dan melebar. Nah jengkol sudah siap dimasak. 
Jengkol kali ini kumasak jadi rendang saja, supaya sedap kutambahkan ayam sebagai proteinnya. Oh ya  ternyata dari 500 gr jengkol berkulit keras  setelah dikupas dan direbus tinggal 250 gr saja.

Bahan:
1. 250 gr jengkol yang sudah direbus, memarkan
2. 400 gr ayam
3. 700 ml santan kelapa
4. 5 siung bawang putih
5. 5 siung bawang merah
6. 15 buah cabai merah/sesuai selera
7. 2 sdt ketumbar
8. 1/4 sdt merica
9. 2 cm jahe
10. 2 cm lengkuas
11. 2 batang serai ambil putihnya saja, iris tipis
12. 2 sdt garam
12. 2 lembar daun kunyit (aku tidak pakai)
13. 3 asam sunti atau asam kandis atau asam jawa secukupnya
14. Minyak untuk menumis

Cara membuat:
1. Haluskan bahan nomor 4 sampai 12
2. Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan ayam lalu aduk sebentar sampai berubah warnanya
3. Tambahkan santan dan jengkol , daun kunyit dan asam
4. Masak terus sampai  ayam matang dan kuahnnya surut
5. Koreksi rasa
6. Sajikan

Thursday, 15 October 2015

Bolu Kukus Polkadot


Assalamualaikum wr wb,
Sudah lama aku ingin membuat bolu kukus polkadot ini. Dulu sekali saat sedang vakum ngeblog, melihat banyak blogger yang menampilkan kue ini di blog masing masing. Tapi apa daya aku tidak punya waktu dan kesempatan untuk itu. Saat mulai aktif ngeblog juga pilih pilih menu yang mudah saja untuk ditampilkan di blog ini.

Semangat bangkit lagi saat loyang untuk bolu kukus ini keluar dari gudang. Resep yang kupakai adalah setengah resep kue putu ayu dari ibu, tapi kumodifikasi dengan mengganti air biasa dengan santan kelapa dan kelapa parutnya di skip. Rencana pertama gagal karena aku berubah pikiran untuk coba coba membuat bolu kukus mekar pandan  3 hari yang lalu . Tapi besoknya aku lanjutkan niat untuk membuat bolu kukus polkadot ini. Resepnya hampir sama dengan bolu kukus mekar pandan cuma santannya saja yang kutambah 20 ml sehingga total santan yang dipakai 120 ml.
Kalau untuk bolu kukus mekar pandan, telur dan gula dikocok sampai putih kental begitu juga untuk bolu kukus polkadot ini supaya bolunya tidak bantat dan mengembang. Perbedaannya yaitu jumlah adonan yang diisi dalam loyang tidak penuh, saat mengukus kue gunakan api sedang cenderung kecil dan tentu saja ada motif polkadot diatasnya. Untuk 1 resep ini didapat 18 - 19 buah bolu kukus polkadot.

Bahan:
1. 3 butir telur, suhu ruang
2. 250  gr gula pasir
3. 250 gr tepung terigu
4. 120 ml santan kelapa
5. coklat bubuk yang dicairkan dengan sedikit air (bisa gunakan variasi warna lain)
Cara membuat:
1. Kocok telur dan gula pasir sampai kental dan putih dengan mixer kecepatan tinggi
2. Tambahkan terigu dan santan secara bergantian selang seling sambil diaduk dengan mixer kecepatan rendah
3. Ambil sejumlah adonan lalu beri larutan coklat, aduk rata
3. Masukkan tiap adonan ke dalam piping bag atau plastik bening untuk makanan, setelah adonan masuk gunting ujungnya untuk menyemprotkan adonan
3. Semprotkan adonan putih tidak sampai penuh kedalam loyang bolu kukus yang sudah dialasi kertas khusus untuk bolu kukus lalu diberi titik atau dot diatasnya, terserah mau adonan putih diberi dot coklat atau sebaliknya, ingat loyang jangan diisi penuh supaya bolunya tidak ketawa




4. Kukus selama 10 - 15 menit  pada dandang kukusan yang sudah banyak uapnya dengan api sedang cenderung kecil sehingga bolunya tidak mekar, tutup kukusan dialasi serbet dan jangan dibuka sampai matang
5. Sajikan


Bolu Kukus Pandan Mekar (tanpa emulsifier, baking powder, dan air soda / minuman berkarbonasi)



Assalamualaikum wr wb
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah yang sudah memberi begitu banyak nikmat. Saat mengetahui kalau ada bolu kukus yang bikinnya tidak pakai emulsifier, aku jadi merenung sendiri.  Betapa mudahnya Allah menutupi sesuatu yang membuatku tidak tahu tentang hal yang sebenarnya sering aku lakukan. Begitu minimnya ilmuku di bidang per'bolu'an ini, begitu kecilnya diriku ini, Istighfar! Padahal ilmu ini sering kupakai kalau buat cake atau bolu. Allah punya rahasia dan rencana yang indah, lewat seorang teman yang tinggal jauh diantara 2 benua  Dia membuka tabir ketidak tahuanku dan juga membuatku mengenal seseorang. Subhanallah!
Sudah menjadi kebiasaanku kalau membuat makanan seminimal mungkin atau tidak sama sekali memakai bahan tambahan makanan. Karena ingin memberikan makanan yang terbaik saja untuk anak tercinta. Juga karena anak sulungku terkena asma saat usia 5 tahun. Dokter anak menganjurkan agar menghindarkan anakku dari penyebab alergi yang bisa memicu timbulnya asma ini yang antara lain dari makanan. Jadi makanan sebaiknya yang alami saja.
Begitu pula untuk urusan cake atau bolu, sedapat mungkin menggunakan bahan alami saja. Selama ini kalau membuat cake dan bolu selalu menggunakan teknik pengocokan telur dan gula sampai putih, kental dan berjejak (cara sponge cake, supaya tidak menggunakan emulsifier atau pun pengembang. Untuk bolu kukus aku cukup sering membuatnya dulu, karena dulu pernah berniat jualan juga (gak jadi). Tapi .. ya itu, aku terpaku pada resep yang mengharuskan penggunaan emulsifier ( baking powder, air soda/ berkarbonasi bahkan air kelapa supaya bolunya terbahak atau mekar). Padahal setelah nanya mbah gugel, rupanya  banyak lho, he he kemana aja selama ini!
Resep bolu kukus ini kumodifikasi dari resep kue putu ayu, tapi kelapa parutnya ku skip dan air yang digunakan kuganti dengan santan kelapa. Rencana awalnya 3 hari yang lalu mau buat bolu polkadot tapi saat mengocok telur dan gula teringat dengan bolu kukus ini, maka jadi berubah bikin bolu kukus mekar saja. Resep bolu kukus tanpa emulsifier dll ini dapat dilihat juga di blog mbak Emine , tapi cairan yang digunakan adalah susu. Terima kasih kepada mbak Emine semoga Allah memberinya banyak pahala, aamin.
Karena ini adalah pertama kalinya aku bikin bolu kukus mekar tanpa tambahan makanan seperti yang diatas tadi. Maka agak dag dig der juga. Tapi Alhamdulillah bolu kukusnya ketawa, walau masih ada satu yang gundul dan mingkem dengan santunnya.

Kalau dilihat di foto nampaknya bolu kukus ini kurang mekar dibanding yang dibuat mbak Emine. Entahlah salahnya dimana, apa karena efek dari pengambilan gambar saja,  apa karena resepnya beda, apa cara pembuatannya, atau cara pengukusan. Dandang kukusan yang kugunakan adalah yang bertingkat sehingga saat mengukus banyak uap yang keluar dari sela sela tingkatannya.


Tapi Alhamdulillah, menurutku ini adalah awal yang baik, mungkin di lain waktu aku akan coba lagi. Bila berminat dengan resep bolu kukus ini berikut resepnya, semoga bermanfaat.

Bahan:
1. 3 butir telur, suhu ruang
2. 250  gr gula pasir
3. 250 gr tepung terigu
4. 100 ml santan kelapa
5. 2 sdt sari pandan (perasan daun pandan + daun katu tumbuk), jika suka bisa diganti pasta pandan dan pewarna hijau

Cara membuat:
1. Kocok telur dan gula pasir sampai kental dan putih dengan mixer kecepatan tinggi
2. Tambahkan terigu dan santan secara bergantian selang seling sambil diaduk dengan mixer kecepatan rendah
3. Ambil 1/4 bagian adonan beri sari pandan,, aduk rata
3. Masukkan tiap adonan ke dalam piping bag atau plastik bening untuk makanan yang dilubangi ujungnya nanti untuk menyemprotkan adonan`
3. Semprotkan adonan putih kedalam loyang bolu kukus yang sudah dialasi kertas khusus untuk bolu kukus lalu diatasnya diberi adonan hijau, terserah komposisi tiap adonan untuk tiap loyang yang penting cetakan bolu kukus harus penuh


4. Kukus selama 10 - 15 menit  pada dandang kukusan yang sudah banyak uapnya dengan api kompor besar, tutup kukusan dialasi serbet dan jangan dibuka sampai matang
5. Sajikan (1  resep dapat 14 buah bolu kukus)
 untuk bolu kukus lain bisa dilihat di http://nestygumayeka.blogspot.com/2015/11/bolu-kukus-tanpa-emulsifier-2.html

Tuesday, 13 October 2015

Sate Padang


Assalamualaikum wr wb,
Kemarin aku bikin sate padang. Sate ini mengingatkan aku akan kehamilanku dulu. Saat diketahui hamil dan periksa ke dr.Spog pastilah sang ibu dokter akan berpesan supaya aku jangan makan dan jajan sembarangan, jangan makan yang mentah atau setengah matang apalagi dari produk hewani. Padahal saat hamil aku pasti kepingin jajan sate. Solusinya ya itulah makan sate padang, karena dagingnya sudah direbus dulu sebelum dibakar. Dari hamil anak pertama sampai yang bungsu aku tidak pernah pindah ke lain dokter dan tiap hamil selalu diberi nasehat seperti itu oleh beliau.
Bumbu sate padang yang kubuat ini agak sedikit jumlah beberapa bumbunya, jadi cukup soft tidak begitu tajam bau rempah rempahnya. Masalahnya dulu saat pertama kali buatnya aku mabok bau sate ini mungkin karena kebanyakan bumbu atau indra penciumanku yang sedang sensitif. 

Bahan:
1. 500 gr daging sapi, potong kecil
2. 6 buah cabai keriting/sesuai selera
3. 5 siung bawang putih
4. 5 siung bawang merah
5. 1 1/2 sdt ketumbar
6. 1/4 sdt merica
7. 1/4 sdt jinten
8. 1/4 sdt adas
9. 2 cm jahe
10. 2 cm kunyit
11.1 1/2 sdt garam/secukupnya
12. 2 cm lengkuas, memarkan
13. 2 batang serai ukuran kecil, memarkan
14. 2 lembar daun jeruk purut
15. Daun kunyit (aku tidak pakai)
16. 4 sdm tepung beras, dilarutkan dengan sedikit air
17. 1 1/2 liter air
18. Minyak untuk menumis
19. Asam kandis atau asam sunti secukupnya
20. Tusuk sate bambu
21. Ketupat atau lontong



Cara membuat:
1. Rebus daging dengan air
2. Haluskan bahan nomor 2 sampai 11
3. Tumis bumbu halus, lengkuas, daun jeruk dan serai dengan sedikit minyak sampai harum dan matang
4. Masukkan bumbu yang ditumis tadi kedalam rebusan daging, tambahkan asam lalu rebus terus sampai daging empuk
5. Angkat potongan daging dari kuahnya
6. Usahakan air untuk kuahnya sebanyak kurang lebih 1 liter, tambahkan air lagi jika terlalu sedikit
7. Masukkan larutan tepung beras kedalam rebusan daging tadi, aduk cepat supaya tidak bergumpal, masak terus sampai kuahnya meletup letup beberapa saat
8. Koreksi rasanya
9. Tusuk potongan daging dengan tusuk sate,
10. Bakar sebentar sate diatas bara api atau kompor sebelum disajikan sampai harum
11. Sajikan sate dengan siraman kuah kentalnya dan ketupat atau lontong. 

Monday, 12 October 2015

Tekwan Kuah Udang Rebon


Assalamualaikum wr wb,
Udang rebon adalah jenis udang udangan dengan ukuran kecil dari genus Acetes (wikipedia). Biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan terasi. Dulu sekitar tahun 1999 aku sering melihat penduduk bangka yang menjemur udang rebon ini didepan rumah mereka menggunakan semacam jaring yang cukup rapat (mirip kelambu untuk tidur). Aku juga ikut mencicipi bakwan yang di buat dari udang rebon segar ini, rasanya enak lho.

Untuk kali ini aku menggunakan Udang rebon kering untuk membuat kuah tekwan. Ceritanya sudah lama tidak membuat tekwan yang kuahnya dari udang. Jadi saat kepasar kecil dekat perumahan tempat tinggalku beberapa hari lalu diniatkan mau beli udang segar. Muter muter cari udang, tapi tidak ada satupun yang jual, mungkin karena sekarang belum musim udang. Baik udang ukuran besar maupun udang ukuran kecil yang dulu biasa kubeli untuk makanan ikan louhan peliharaaan adikku. Ya sudahlah tak ada udang, tapi ada bayi udang, he he he, itu tuh si udang rebon yang banyak dijual dalam keadaan sudah dikeringkan.
Omong omong tentang si udang rebon kering ini, memang sudah lazim digunakan sebagai bahan pembuatan kuah tekwan ekonomis. Harganya memang jauh lebih murah dibandingkan harga udang segar.  Udang rebon kering sangrai yang sudah dihaluskan juga biasa dipakai untuk isian pempek panggang  bersama kecap manis, jadi fungsinya sama dengan ebi.
Untuk membuat biji tekwan bisa dilihat di tekwan kuah ayam   , jadi bahan untuk kuahnya saja yang sedikit beda, ayam diganti udang rebon. Udang rebon dihaluskan dengan bumbu tekwan lalu ditumis, bisa juga direbus saja dan tidak ditumis seperti yang kubuat kali ini. Bisa langsung direbus setelah dihaluskan atau di sangrai dulu baru dihaluskan dan dimasukkan ke kuah tekwan. Terserah mau cara yang mana.

Bahan:
1. 3 liter air untuk kuah
2. 50 gr udang rebon (atau ebi), cuci, tiriskan
3. 7 siung bawang putih, haluskan
4. 7 siung bawang merah, iris tipis
5. 1/2 sdt merica butiran
6. Sedikit pala
7. 2 cm jahe
8. garam secukupnya
9. 5-7 helai bunga sedap malam kering, panjang 10 cm, buang benang sarinya, cuci
10. Jamur kuping kering, rendam, cuci, potong potong
11. 1 buah bengkuang ukuran sedang, kupas, potong bentuk korek api
12. 2 batang daun bawang, potong tipis
13. Seledri, cincang
14. 2 -3 sdm air asam dari 3/4 sdt asam jawa (asam kandis atau cuka makan secukupnya)
15. Minyak untuk menumis
16. Soun, rebus sebentar sampai lunak
17. Kecap manis dan kecap asin
18. Jeruk lemon cui atau cuka makan
19. Sambal, dari cabai rawit yang dihaluskan dengan sedikit garam lalu diseduh dengan air panas



Cara membuat:
1. Haluskan udang rebon dengan sedikit garam lalu rebus dengan air sampai mendidih beberapa saat sampai keluar kaldunya (bisa juga disangrai dulu lalu dihaluskan)
2. Sambil merebus udang rebon kita buat bumbunya, haluskan bawang putih, 1 sdt garam, merica, pala dan jahe, sisihkan
3. Goreng bawang merah untuk taburan sampai garing kekuningan, angkat dan sisihkan
3. Tumis bumbu halus dengan minyak bekas menggoreng bawang merah tadi sampai harum
4. Masukkan bumbu yg ditumis tadi kedalam kuah, tambahkan pula bahan lainnya yaitu air asam, bunga sedap malam, jamur kuping setengah bagian daun bawang dan bengkuang, didihkan lagi kuahnya
5. Tambahkan biji tekwan ke dalam kuah, masak terus sampai mengapung
6. Koreksi rasa
7. Sajikan tekwan dengan soun, daun bawang, seledri, bawang goreng dan kecap, bisa juga ditambahkan jeruk lemon cui/cuka makan dan sambal cabai rawit sesuai selera


Sate Tempe



Assalamualaikum wr wb
Tak bosan rasanya makan makanan yang dibuat dari kedelai ini. Bagiku dan suami yang mulai pilih pilih makanan, olahan kedelai ini adalah pilihan yang baik untuk asupan gizi bagi tubuh,  mengandung protein, serat, dan non kolesterol.
Sate tempe ini kubuat kemarin, lumayanlah untuk menambah variasi hidangan berbahan tempe. Untuk menambah gurih kutambahkan kuah kacang tanah.

Bahan sate:
1. 500 gr tempe, potong kotak
2. 2 siung bawang putih, haluskan
3. 1/2 sdt merica bubuk
4. 1 sdt garam
5. 150 ml air
6. Minyak untuk menggoreng
7. 24 bilah tusuk sate

Cara membuat sate:
1. Aduk jadi satu bahan nomor 2 sampai 5, lalu tambahkan tempe, aduk dan biarkan meresap selama 5 - 10 menit
2. Goreng tempe sampai matang
3. Tusukkan tempe ke tusuk sate, lakukan sampai habis sisihkan

Bahan saus kacang:
1. 80 gr kacang tanah, goreng
2. 70 gr gula aren
3. 4 siung bawang putih, goreng dan haluskan
4. 3 butir kemiri, goreng dan haluskan
5. 3/4 sdt garam
6. 1 sdm kecap manis
7. 2 sdt gula pasir
8. 40 ml air asam dari 2/3 sdt asam jawa
9. 200 ml air
10. 2 buah cabai merah, sesuai selera, haluskan

Cara membuat saus kacang:
1. masak gula aren dengan air sampai larut, saring
2. Blender kacang tanah dengan air gula tadi
3. Masukkan semua bahan kedalam panci kecil lalu dimasak sampai mendidih
4. Cicipi rasanya, matikan api
Penyajian: letakkan sate tempe dalam piring saji lalu siram dengan saus kacang